Tips

Umroh di Mekkah atau Madinah: Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu?

Admin Alsungkartour

Penulis
0 views
Bagikan
Umroh di Mekkah atau Madinah: Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu?
Umroh di Mekkah atau Madinah: Mana yang Sebaiknya Lebih Dulu?

Umroh di Mekkah atau Madinah sebenarnya bukan pilihan satu dari dua, sebab rukun umroh hanya berlangsung di Makkah. Madinah menjadi kota ziarah dan salat berjamaah yang jemaah kunjungi dalam rangkaian perjalanan yang sama. Urutan yang tepat bergantung pada rute penerbangan, jadwal travel, dan kondisi fisik jemaah. Tidak ada urutan yang lebih sah, karena syariat tidak mewajibkan salah satunya lebih dulu.

Pertanyaan semacam ini hampir selalu muncul saat calon jemaah menerima jadwal perjalanan. Sebagian jemaah ingin langsung melihat Ka'bah. Sebagian lagi ingin lebih dulu menenangkan diri di kota Rasulullah. Keduanya punya alasan yang masuk akal. Karena itu, artikel ini membahasnya satu per satu.

Lebih jauh, kami akan menjelaskan hubungan urutan kota dengan miqat, kesehatan, dan penerbangan. Dengan begitu, Anda bisa mengambil keputusan dengan tenang saat berdiskusi dengan travel.

Apa Bedanya Makkah dan Madinah dalam Perjalanan Umroh?

Banyak jemaah mengira kedua kota punya kedudukan ibadah yang sama dalam umroh. Padahal, keduanya berperan berbeda. Oleh karena itu, pahami dulu fungsi masing-masing sebelum membahas urutan.

Makkah sebagai Tempat Rukun Umroh

Makkah adalah tempat jemaah menjalankan seluruh rukun umroh. Pertama, jemaah berihram dan berniat dari miqat. Kedua, jemaah bertawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah. Ketiga, jemaah bersa'i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Terakhir, jemaah bertahallul dengan memotong rambut.

Tanpa rangkaian ini, ibadah tidak termasuk umroh. Maka, perjalanan ke Makkah selalu menjadi inti dari paket umroh apa pun.

Madinah sebagai Kota Ziarah

Madinah tidak memuat rukun umroh. Meski begitu, kota ini punya kedudukan istimewa dalam hati umat Islam. Di sana berdiri Masjid Nabawi, tempat Rasulullah memimpin umat dan tempat makam beliau berada.

Jemaah biasanya salat berjamaah di Masjid Nabawi, menziarahi makam Rasulullah, dan mengunjungi tempat bersejarah. Contohnya Masjid Quba dan kawasan Uhud. Sebagian travel juga mengatur kunjungan ke tempat lain sesuai jadwal.

Selanjutnya, sebagian jemaah mengikuti salat arbain, yaitu salat berjamaah selama delapan hari berturut-turut di Masjid Nabawi. Ulama berbeda pendapat tentang kedudukan hadits yang menjadi dasarnya. Dengan demikian, salat arbain bukan syarat sah umroh dan tidak wajib Anda ikuti.

Dua Pola Urutan yang Umum Terjadi

Travel umumnya menyusun satu dari dua pola. Pola pertama mengawali perjalanan di Madinah. Pola kedua mengawali perjalanan di Makkah. Berikut perbandingan keduanya agar Anda mudah menimbang.

Pola Madinah Dulu, Makkah Kemudian

Pada pola ini, jemaah mendarat di Madinah, menginap beberapa hari, lalu bergerak ke Makkah untuk umroh. Jemaah berihram dari Bir Ali atau Dzulhulaifah sebelum menuju Makkah. Bir Ali adalah miqat bagi jemaah yang datang dari arah Madinah.

Pola ini punya beberapa keunggulan. Pertama, tubuh punya waktu beradaptasi dengan cuaca dan perbedaan waktu. Kedua, suasana Madinah yang lebih teduh membantu jemaah mengumpulkan tenaga. Ketiga, ibadah inti di Makkah datang pada akhir perjalanan, ketika jemaah sudah lebih siap.

Namun, pola ini juga punya kekurangan. Jemaah harus menahan keinginan melihat Ka'bah selama beberapa hari. Tentu, sebagian jemaah merasa sabar itu justru melatih hati. Di samping itu, perjalanan darat dari Madinah ke Makkah memakan waktu sehingga jemaah perlu mengatur tenaga. Sebagai gambaran, banyak travel memakai bus untuk rute ini.

Pola Makkah Dulu, Madinah Kemudian

Pada pola ini, jemaah mendarat di Jeddah, lalu menuju Makkah untuk menunaikan umroh. Setelah rukun selesai, jemaah berangkat ke Madinah untuk ziarah, kemudian pulang melalui bandara yang travel tentukan. Jemaah yang mendarat di Jeddah biasanya berihram sebelum tiba di miqat, sering kali dari dalam pesawat.

Keunggulan pola ini terasa pada aspek ibadah. Pertama, jemaah langsung menunaikan kewajiban umroh begitu tiba. Kedua, hati terasa lega karena rukun sudah selesai. Ketiga, sisa perjalanan di Madinah terasa lebih santai.

Di sisi lain, jemaah harus langsung menghadapi kepadatan Masjidil Haram setelah perjalanan panjang. Akibatnya, rasa lelah dan kurang tidur dapat mengurangi kenyamanan tawaf. Dengan kondisi itu, jemaah lanjut usia perlu bersiap lebih matang bila memilih pola ini.

Faktor yang Menentukan Urutan Terbaik

Pola yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain. Sebaliknya, beberapa faktor menentukan pola yang cocok bagi Anda. Pertimbangkan faktor berikut sebelum memutuskan.

  • Rute penerbangan. Bandara kedatangan sangat memengaruhi urutan kota. Jemaah tidak selalu bisa memilih pola sesuka hati.
  • Kondisi fisik. Jemaah lanjut usia atau jemaah dengan penyakit tertentu butuh waktu adaptasi lebih panjang.
  • Jadwal musim. Pada musim ramai, tingkat kepadatan di kedua kota ikut naik.
  • Ketersediaan hotel. Travel menyusun jadwal berdasarkan kamar yang tersedia di tiap kota.
  • Preferensi spiritual. Sebagian jemaah ingin menunaikan rukun lebih awal agar hati tenang.

Dalam praktiknya, rute penerbangan sering menjadi penentu utama. Untuk itu, tanyakan kepada travel bandara mana yang menjadi tujuan penerbangan Anda. Setelah itu, minta penjelasan alasan di balik susunan jadwal yang mereka tawarkan.

Mengenal Miqat agar Urutan Tidak Membingungkan

Miqat adalah batas tempat atau waktu jemaah mulai berihram. Pemahaman miqat membantu Anda mengerti mengapa ihram terjadi pada titik berbeda tergantung pola perjalanan. Sebagai contoh, jemaah dari arah Madinah berihram di Bir Ali. Sebaliknya, jemaah yang terbang langsung ke Jeddah biasanya berihram sebelum pesawat memasuki wilayah miqat.

Lebih lanjut, jemaah yang sudah berada di Makkah dan ingin umroh lagi biasanya berihram dari wilayah Tan'im. Banyak orang mengenal tempat ini sebagai Masjid Aisyah. Pembimbing akan menjelaskan titik-titik ini selama manasik. Jadi, catat pertanyaan Anda sejak sekarang.

Meski begitu, jemaah tidak perlu menghafal semua detail. Pembimbing di lapangan akan memberi tahu kapan jemaah harus berniat dan memakai pakaian ihram. Anda cukup mengikuti arahan dengan tertib.

Tips Memilih Urutan sesuai Kondisi Anda

Memang, setiap jemaah punya kebutuhan berbeda. Jadi, gunakan tips berikut sebagai bahan obrolan dengan travel.

Bagi Jemaah Lanjut Usia

Jemaah lanjut usia sebaiknya memilih jadwal yang memberi waktu adaptasi. Pola dengan Madinah di awal sering terasa lebih nyaman karena suasana kota lebih tenang. Di samping itu, pilih hotel dekat masjid agar jemaah tidak berjalan jauh.

Bila Waktu Anda Terbatas

Jemaah dengan waktu terbatas perlu memastikan seluruh rukun terlaksana sebelum jadwal ziarah tiba. Dengan begitu, kewajiban utama sudah selesai bila ada perubahan jadwal mendadak. Sementara itu, tanyakan kepada travel mengenai rencana cadangan bila penerbangan bergeser.

Jika Anda Jemaah Pemula

Sebagai pemula, banyak jemaah gugup menghadapi keramaian. Sebagai persiapan, ikuti manasik dengan serius dan tanyakan gambaran jalur tawaf. Alhasil, Anda terbiasa dengan alur ibadah sebelum tiba di Tanah Suci.

Suasana di Kedua Kota yang Perlu Anda Ketahui

Suasana Makkah dan Madinah terasa sangat berbeda. Makkah ramai sepanjang hari dan malam. Jutaan jemaah dari berbagai negara memadati area Masjidil Haram, terutama pada musim ramai. Akibatnya, jemaah perlu sabar, menjaga barang bawaan, dan tetap dekat dengan rombongan.

Sebaliknya, Madinah terasa lebih tenang. Jemaah dapat salat berjamaah dengan ritme yang lebih santai. Namun, pengelola masjid mengatur jadwal kunjungan ke Raudhah, sehingga jemaah perlu mengikuti arahan pembimbing. Tidak semua jemaah masuk pada hari yang sama, dan itu hal yang wajar.

Dalam praktiknya, perbedaan suasana ini memengaruhi pilihan urutan. Jemaah yang mudah lelah sering merasa nyaman memulai dari kota yang lebih tenang. Sementara itu, jemaah yang tidak sabar menunaikan rukun cenderung memilih Makkah lebih dulu. Keduanya pilihan yang wajar.

Contoh Gambaran Jadwal untuk Dua Pola

Contoh berikut hanya ilustrasi umum. Jadwal travel Anda mungkin berbeda, sehingga rincian resmi paket tetap menjadi acuan utama.

  • Pola Madinah dulu: Hari 1 sampai 4 berisi kedatangan, istirahat, salat berjamaah, dan ziarah di Madinah. Hari 5 berisi perjalanan ke Makkah dan ihram. Hari 6 sampai 8 berisi umroh dan ibadah di Masjidil Haram. Hari 9 berisi persiapan pulang.
  • Pola Makkah dulu. Hari 1 berisi kedatangan dan perjalanan ke Makkah. Hari 2 sampai 5 berisi umroh dan ibadah di Masjidil Haram. Hari 6 berisi perjalanan ke Madinah. Hari 7 sampai 8 berisi ibadah dan ziarah. Hari 9 berisi persiapan pulang.

Dari contoh itu, Anda bisa melihat bahwa kedua pola memakai waktu yang sama. Yang berbeda hanyalah urutan dan ritme ibadahnya. Pada akhirnya, pilihlah pola yang membuat Anda paling tenang.

Persiapan Fisik saat Berpindah Kota

Perjalanan antarkota menuntut stamina tambahan. Jemaah biasanya menempuh perjalanan darat beberapa jam saat berpindah dari satu kota ke kota lain. Karena itu, istirahatlah cukup sehari sebelum perpindahan. Bawa botol minum dan camilan ringan agar tubuh tetap bertenaga. Lalu, pastikan tas kecil itu selalu ada di tangan Anda.

Selain itu, pisahkan barang yang Anda perlukan di jalan dari koper besar. Tas kecil berisi obat, air minum, dan dokumen sangat membantu. Dengan cara ini, Anda tidak perlu membongkar koper di tengah perjalanan.

Kesalahpahaman yang Sering Muncul

Beberapa anggapan keliru sering beredar di kalangan calon jemaah. Pertama, sebagian orang mengira umroh baru sah bila mulai dari Madinah. Anggapan ini keliru, karena rukun umroh hanya mensyaratkan ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul.

Kedua, sebagian orang mengira ziarah ke Madinah wajib bagi setiap jemaah. Padahal, ziarah termasuk amalan sunnah, bukan rukun. Meski demikian, hampir semua travel memasukkan Madinah ke dalam itinerary karena nilai spiritualnya yang tinggi.

Ketiga, sebagian orang mengira urutan tertentu membuat pahala lebih besar. Dalil yang menetapkan hal itu tidak ada. Intinya, nilai ibadah bergantung pada keikhlasan dan ketepatan pelaksanaan, bukan pada urutan kota.

Menyiapkan Hati Sebelum Tiba di Tanah Suci

Urutan kota hanyalah bagian kecil dari persiapan. Hati yang siap membuat setiap momen terasa bermakna. Mulailah dengan memperbanyak doa dan istigfar beberapa minggu sebelum berangkat. Setelah itu, selesaikan urusan yang belum tuntas dengan keluarga dan rekan kerja.

Banyak jemaah menyebut bahwa ketenangan batin lebih penting daripada urutan jadwal. Bahkan, jemaah yang sempat gelisah soal jadwal sering merasa lega setelah tiba. Lalu, mereka sadar bahwa tujuan utama perjalanan ini adalah mendekat kepada Allah, bukan sekadar menyelesaikan daftar kegiatan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah boleh melewatkan Madinah?

Boleh. Umroh sah tanpa ziarah ke Madinah. Namun, mayoritas jemaah tetap memilih ke Madinah karena kesempatannya jarang datang. Sebaiknya Anda bicarakan dulu pilihan ini dengan travel.

Apakah jemaah bisa meminta urutan tertentu?

Bisa Anda bicarakan, tetapi travel mengikuti rute penerbangan dan ketersediaan hotel. Kendati demikian, sampaikan keinginan Anda sebelum mendaftar. Dengan cara ini, travel dapat menjelaskan pilihan yang tersedia.

Berapa hari idealnya di tiap kota?

Pembagian hari bergantung pada total durasi paket. Banyak paket menyediakan sekitar empat sampai lima hari di tiap kota. Sebagai catatan, jadwal tiap travel berbeda, jadi periksa rincian paket Anda.

Apakah jemaah perempuan punya ketentuan khusus saat berpindah kota?

Ketentuan dasar ibadahnya sama. Namun, jemaah perempuan perlu menanyakan aturan mahram dan pendampingan kepada travel. Selain itu, tanyakan jadwal kunjungan Raudhah bagi jemaah perempuan, karena pengelola masjid mengatur waktunya secara terpisah. Alhasil, Anda tidak kebingungan saat tiba di Madinah.

Kesimpulan: Pilih Urutan yang Paling Sesuai dengan Kondisi Anda

Intinya, umroh di Mekkah atau Madinah tidak menuntut urutan tertentu. Makkah menjadi tempat rukun umroh, sedangkan Madinah menjadi kota ziarah dan salat berjamaah. Pilih pola yang sesuai dengan rute penerbangan, kondisi fisik, dan jadwal Anda.

Bila Anda ingin melihat contoh susunan jadwal, hotel, dan durasi di kedua kota, silakan buka daftar paket umroh dari Lampung. Tim kami siap menjelaskan pilihan itu tanpa tekanan, sampai Anda merasa yakin. Semoga umroh di Mekkah atau Madinah yang Anda rencanakan berjalan lancar dan penuh berkah.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman.