Menyiapkan uang selama perjalanan umroh merupakan hal penting yang sering kali dianggap sepele. Jemaah perlu memahami cara membawa Rupiah, menukar uang menjadi Riyal Saudi, menggunakan kartu, serta memanfaatkan pembayaran non-tunai agar transaksi selama di Tanah Suci lebih praktis. Dengan memahami biaya umroh 2026 dan menyiapkan anggaran tambahan sejak Indonesia, jemaah dapat mengatur pengeluaran dengan lebih tenang.
Arab Saudi menggunakan mata uang Riyal Saudi (SAR). Selain uang tunai, perkembangan pembayaran digital juga membuat jemaah memiliki lebih banyak pilihan ketika melakukan transaksi.
Namun, jangan hanya mengandalkan pembayaran digital. Membawa uang tunai secukupnya tetap penting sebagai cadangan.
Mengenal Mata Uang Riyal Saudi
Mata uang resmi Arab Saudi adalah Riyal Saudi, yang biasanya disingkat SAR atau ditulis sebagai ر.س.
Uang Riyal tersedia dalam bentuk:
Uang kertas.
Uang logam.
Nilai pecahan yang ditemui dapat berbeda sesuai kebutuhan transaksi.
Jemaah sebaiknya mengenali uang Riyal sebelum berangkat agar tidak bingung ketika melakukan pembayaran.
Mengapa Perlu Menukar Uang Sebelum Berangkat?
Menukar sebagian uang sebelum keberangkatan memiliki beberapa keuntungan.
Jemaah sudah memiliki uang lokal ketika tiba di Arab Saudi.
Uang tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:
Makanan.
Minuman.
Transportasi tertentu.
Oleh-oleh.
Kebutuhan pribadi.
Keperluan darurat.
Dengan membawa sebagian uang sejak Indonesia, jemaah tidak harus langsung mencari tempat penukaran setelah tiba.
Apakah Harus Membawa Banyak Riyal dari Indonesia?
Tidak harus.
Jumlah uang yang dibawa sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perjalanan.
Jika sebagian besar kebutuhan sudah termasuk dalam paket umroh, kebutuhan uang pribadi mungkin lebih sedikit.
Sebaliknya, jemaah yang ingin banyak berbelanja perlu menyiapkan anggaran tambahan.
Jangan membawa uang tunai dalam jumlah berlebihan tanpa alasan yang jelas.
Menentukan Budget Uang Saku
Sebelum menukar uang, buat estimasi pengeluaran.
Misalnya:
KebutuhanEstimasi BudgetMakanan tambahanSesuai kebutuhanMinumanSesuai kebutuhanTransportasi pribadiSesuai kebutuhanOleh-olehSesuai budgetKebutuhan pribadiSesuai kebutuhanDana daruratDisiapkan terpisahAngka pastinya sangat bergantung pada gaya perjalanan masing-masing.
Jemaah yang mengikuti paket dengan fasilitas lengkap tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan jemaah yang mengatur banyak kebutuhan sendiri.
Perhatikan Kurs Rupiah ke Riyal
Nilai tukar Rupiah terhadap Riyal dapat berubah.
Karena itu, jangan menggunakan satu angka kurs lama sebagai patokan tetap.
Sebelum menukar uang, bandingkan kurs dari beberapa tempat penukaran yang terpercaya.
Perhatikan juga apakah ada biaya tambahan.
Jangan Hanya Melihat Angka Kurs
Misalnya ada tempat yang menawarkan angka kurs terlihat menarik.
Namun, terdapat biaya layanan tertentu.
Maka hasil akhir yang diterima belum tentu lebih baik.
Tanyakan:
Kurs beli.
Kurs jual.
Biaya transaksi.
Jumlah Riyal yang diterima.
Apakah ada biaya tambahan.
Dengan begitu, perbandingan menjadi lebih jelas.
Menukar Uang di Money Changer
Money changer dapat menjadi pilihan untuk menukarkan Rupiah menjadi Riyal.
Sebelum melakukan transaksi:
Periksa kurs.
Tanyakan biaya.
Hitung jumlah uang.
Simpan bukti transaksi.
Periksa kembali uang yang diterima.
Jangan terburu-buru ketika menghitung uang.
Menukar Uang di Bandara
Bandara juga dapat memiliki layanan penukaran mata uang.
Keuntungannya adalah praktis.
Namun, jemaah sebaiknya tetap membandingkan kurs jika memiliki kesempatan.
Jangan menukar seluruh uang sekaligus hanya karena ingin cepat selesai.
Tukar sejumlah yang memang diperlukan untuk kebutuhan awal.
Menukar Uang di Arab Saudi
Jemaah juga dapat menemukan layanan penukaran uang di Arab Saudi.
Ketersediaan tempat penukaran dapat berbeda berdasarkan lokasi.
Sebelum transaksi, tetap perhatikan:
Kurs.
Biaya.
Bukti transaksi.
Jumlah uang yang diterima.
Gunakan tempat yang jelas dan terpercaya.
Bagaimana dengan ATM?
ATM dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan uang tunai Riyal, tergantung pada kartu dan jaringan bank yang digunakan.
Sebelum berangkat, periksa apakah kartu debit atau kartu ATM dapat digunakan di luar negeri.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Jaringan kartu.
Biaya transaksi.
Biaya konversi.
Batas penarikan.
Keamanan kartu.
Jangan menunggu sampai tiba di Arab Saudi untuk mengetahui bahwa kartu ternyata tidak dapat digunakan.
Hubungi Bank Sebelum Berangkat
Jika akan menggunakan kartu debit atau kartu kredit di luar negeri, periksa pengaturan transaksi internasional pada bank yang digunakan.
Tanyakan jika diperlukan:
Apakah transaksi luar negeri aktif?
Apakah ada biaya tambahan?
Bagaimana batas transaksi?
Bagaimana cara menghubungi bank jika kartu bermasalah?
Informasi ini dapat membuat jemaah lebih siap.
Pembayaran Non-Tunai di Arab Saudi
Pembayaran non-tunai semakin umum digunakan di berbagai tempat.
Jemaah dapat menemukan metode pembayaran digital di berbagai merchant.
Namun, ketersediaan metode pembayaran dapat berbeda berdasarkan toko dan lokasi.
Karena itu, jangan menganggap semua tempat menerima kartu atau pembayaran digital.
Kartu Debit dan Kartu Kredit
Kartu yang mendukung transaksi internasional dapat menjadi alternatif pembayaran.
Kelebihannya:
Tidak perlu membawa terlalu banyak uang tunai.
Transaksi dapat tercatat.
Praktis untuk pembayaran tertentu.
Namun, tetap perhatikan biaya transaksi dan nilai tukar yang diterapkan oleh bank.
Pembayaran Menggunakan QR
Pembayaran berbasis QR juga berkembang di berbagai negara.
Namun, sistem QR di Indonesia tidak otomatis berarti dapat digunakan di semua merchant Arab Saudi.
Kemampuan pembayaran lintas negara bergantung pada layanan bank atau penyedia pembayaran yang digunakan.
Sebelum mengandalkan QR sebagai metode utama, pastikan layanan tersebut memang mendukung transaksi di Arab Saudi.
Jangan Mengandalkan Satu Metode Pembayaran
Ini merupakan salah satu prinsip penting saat bepergian ke luar negeri.
Jangan hanya membawa satu kartu.
Jangan hanya mengandalkan uang tunai.
Jangan hanya mengandalkan aplikasi pembayaran.
Sebaiknya gunakan kombinasi:
Uang tunai Riyal.
Kartu pembayaran.
Saldo rekening.
Metode pembayaran digital jika tersedia.
Dengan begitu, jika salah satu metode mengalami masalah, masih ada alternatif.
Pisahkan Uang Tunai
Jangan menyimpan seluruh uang di satu tempat.
Misalnya, sebagian uang dapat disimpan di dompet, sementara dana cadangan disimpan secara aman di tempat lain.
Tujuannya bukan untuk membawa banyak uang, tetapi mengurangi risiko kehilangan seluruh uang sekaligus.
Jangan Memamerkan Uang
Saat melakukan transaksi, keluarkan uang secukupnya.
Tidak perlu menunjukkan seluruh uang yang dibawa.
Jaga barang berharga terutama di tempat yang ramai.
Kewaspadaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko kehilangan.
Simpan Bukti Transaksi
Untuk transaksi penting, simpan bukti pembayaran.
Bukti dapat berupa:
Struk.
Screenshot.
Notifikasi aplikasi.
Riwayat transaksi bank.
Hal ini berguna jika terjadi kesalahan transaksi atau perlu melakukan pengecekan kembali.
Waspada Penipuan Saat Tukar Uang
Jangan menukar uang melalui orang yang menawarkan kurs terlalu bagus di tempat yang tidak jelas.
Gunakan layanan resmi atau tempat yang memiliki reputasi baik.
Jika ragu, jangan melakukan transaksi.
Kehilangan uang ketika berada di luar negeri dapat membuat perjalanan menjadi jauh lebih sulit.
Perhatikan Kondisi Uang Riyal
Saat menerima uang tunai, hitung kembali jumlahnya.
Periksa juga kondisi uang.
Jangan terburu-buru meninggalkan tempat penukaran sebelum memastikan transaksi sudah benar.
Bagaimana Membawa Uang Saat Naik Pesawat?
Jemaah perlu mengikuti aturan maskapai dan ketentuan perjalanan yang berlaku mengenai uang tunai serta barang berharga.
Untuk keamanan, jangan memasukkan seluruh uang ke bagasi tercatat.
Uang dan barang berharga sebaiknya dikelola sesuai ketentuan penerbangan dan disimpan secara aman selama perjalanan.
Jika membawa jumlah uang tunai besar, periksa ketentuan deklarasi yang berlaku sebelum berangkat.
Buat Anggaran Sebelum Berangkat
Salah satu cara paling mudah mengendalikan pengeluaran adalah membuat budget.
Pisahkan menjadi:
1. Kebutuhan Wajib
Contohnya:
Transportasi yang tidak termasuk paket.
Makanan tambahan.
Kebutuhan pribadi.
2. Oleh-Oleh
Tentukan batas maksimal sebelum berangkat.
3. Dana Darurat
Jangan menghabiskan seluruh uang hanya untuk belanja.
Simpan dana cadangan.
Jangan Menjadikan Oleh-Oleh sebagai Prioritas Utama
Tujuan utama perjalanan adalah ibadah.
Jemaah tidak perlu merasa harus membeli oleh-oleh sebanyak mungkin.
Pilih barang yang memang ingin diberikan kepada keluarga.
Dengan budget yang sudah ditentukan, pengeluaran akan lebih mudah dikendalikan.
Tips Hemat Selama Umroh
Beberapa kebiasaan sederhana dapat mengurangi pengeluaran:
Bawa botol minum sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Gunakan fasilitas makan yang sudah termasuk paket.
Jangan terlalu sering membeli makanan tambahan.
Tentukan budget oleh-oleh.
Bandingkan harga sebelum membeli.
Hindari pembelian impulsif.
Simpan dana darurat.
Penghematan bukan berarti harus mengurangi kenyamanan secara berlebihan.
Hubungan Biaya Umroh dengan Uang Saku
Ketika menghitung biaya umroh 2026, jangan hanya menghitung harga paket.
Pertimbangkan juga pengeluaran pribadi.
Komponen tambahan dapat meliputi:
Uang saku.
Oleh-oleh.
Transportasi tambahan.
Makanan tambahan.
Kebutuhan pribadi.
Biaya komunikasi.
Dana darurat.
Dengan memasukkan komponen tersebut, estimasi total kebutuhan menjadi lebih realistis.
Jangan Membawa Semua Uang dalam Bentuk Tunai
Membawa semua dana dalam bentuk uang kertas memiliki risiko.
Jika uang hilang, akses terhadap dana dapat menjadi masalah.
Sebaliknya, jika seluruh dana hanya berada di rekening, jemaah dapat kesulitan jika kartu atau sistem pembayaran mengalami kendala.
Karena itu, kombinasi beberapa metode menjadi pilihan yang lebih aman.
Persiapkan Kartu Cadangan
Jika memungkinkan, jemaah dapat memiliki alternatif kartu pembayaran.
Tetapi jangan membawa semua kartu di satu dompet.
Pisahkan penyimpanannya agar jika salah satu hilang, alternatif masih tersedia.
Perhatikan Baterai Smartphone
Pembayaran digital sangat bergantung pada smartphone.
Jika baterai habis, akses ke aplikasi pembayaran dapat terganggu.
Karena itu:
Isi baterai sebelum keluar.
Bawa power bank sesuai ketentuan penerbangan.
Aktifkan mode hemat baterai jika diperlukan.
Tetap bawa uang tunai secukupnya sebagai cadangan.
Keamanan Mobile Banking
Jangan pernah memberikan:
PIN.
Password.
OTP.
Kode verifikasi.
Data login.
kepada orang lain.
Bank tidak seharusnya meminta Anda memberikan kode rahasia melalui pesan atau panggilan yang mencurigakan.
Jika menerima pesan mencurigakan, hubungi bank melalui kanal resmi.
Checklist Keuangan Sebelum Berangkat
Gunakan checklist berikut:
Sudah menghitung kebutuhan uang saku.
Sudah mengecek kurs Riyal.
Sudah menukar sebagian uang jika diperlukan.
Sudah memeriksa kartu debit/kredit.
Transaksi internasional sudah dipastikan dapat digunakan.
Dana darurat sudah disiapkan.
Uang tunai tidak disimpan di satu tempat.
Nomor bank tersimpan.
Mobile banking dapat digunakan.
Tidak membagikan PIN dan OTP.
Menyimpan bukti transaksi penting.
Berapa Banyak Uang yang Harus Dibawa?
Tidak ada angka yang sama untuk semua jemaah.
Kebutuhan bergantung pada:
Lama perjalanan.
Fasilitas paket.
Kebiasaan makan.
Rencana belanja.
Jumlah anggota keluarga.
Kebutuhan pribadi.
Cara paling aman adalah membuat daftar pengeluaran terlebih dahulu, kemudian menambahkan dana cadangan.
Jangan menentukan uang saku hanya berdasarkan pengalaman orang lain.
Persiapan Keuangan untuk Jemaah Pertama Kali
Bagi jemaah pertama kali, buat sistem sederhana.
Pisahkan:
Dana perjalanan → Dana belanja → Dana darurat
Jangan mencampur semuanya.
Dengan pembagian tersebut, jemaah lebih mudah mengetahui berapa uang yang masih tersedia.
Gunakan Kalkulator Sederhana
Tidak perlu aplikasi khusus.
Catatan smartphone juga sudah cukup.
Contoh:
Budget awal: SAR 1.000
Belanja: SAR 300
Makanan tambahan: SAR 100
Transportasi: SAR 100
Sisa: SAR 500
Dengan pencatatan sederhana, jemaah dapat menghindari pengeluaran berlebihan.
Kesimpulan
Menyiapkan Riyal Saudi dan metode pembayaran selama umroh sebaiknya dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Jemaah dapat menukar sebagian uang ke Riyal, membawa kartu pembayaran yang mendukung transaksi internasional, dan memanfaatkan pembayaran digital jika tersedia.
Namun, jangan bergantung pada satu metode pembayaran. Kombinasikan uang tunai, kartu, dan metode digital sesuai kebutuhan serta selalu siapkan dana cadangan.
Ketika menghitung biaya umroh 2026, jangan lupa memasukkan uang saku, komunikasi, oleh-oleh, kebutuhan pribadi, dan dana darurat. Dengan perencanaan keuangan yang baik, jemaah dapat menjalankan perjalanan dengan lebih tenang tanpa harus mengkhawatirkan pengeluaran yang tidak terkontrol.