Tips

Kuliner Halal Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Jemaah

Admin Alsungkartour

Penulis
0 views
Bagikan
Kuliner Halal Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Jemaah
Kuliner Halal Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Jemaah

Arab Saudi bukan hanya menjadi tujuan utama untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menawarkan beragam kuliner khas yang menarik untuk dicoba oleh jemaah. Saat menjalankan umroh, mencicipi makanan lokal dapat menjadi pengalaman tambahan selama tetap memperhatikan kehalalan, kebersihan, porsi, dan kondisi kesehatan tubuh. Bagi jemaah yang mengambil paket umroh plus turki, pengalaman kuliner bahkan dapat menjadi lebih beragam karena perjalanan dapat mencakup dua negara dengan karakter makanan yang berbeda.

Makanan di Arab Saudi memiliki pengaruh kuat dari budaya Arab, Timur Tengah, serta berbagai komunitas yang tinggal di kawasan tersebut. Jemaah Indonesia juga relatif mudah menemukan makanan yang sesuai selera, termasuk nasi, ayam, daging, roti, sup, buah-buahan, hingga makanan yang memiliki cita rasa lebih familiar.

Mengenal Kuliner Arab Saudi Saat Umroh

Bagi sebagian jemaah Indonesia, makanan Arab mungkin terasa berbeda karena penggunaan rempah, ukuran porsi, jenis nasi, dan cara penyajiannya.

Namun, justru perbedaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman perjalanan.

Di sekitar Makkah dan Madinah, jemaah dapat menemukan restoran lokal, restoran internasional, gerai makanan cepat saji, hingga tempat makan yang menyajikan makanan khas Asia.

Hal yang paling penting adalah jangan memaksakan diri mencoba terlalu banyak makanan sekaligus.

Perubahan pola makan, cuaca panas, aktivitas berjalan, dan jadwal ibadah dapat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

1. Kabsa

Kabsa merupakan salah satu makanan yang sangat identik dengan kawasan Arab Saudi.

Hidangan ini biasanya berupa nasi berbumbu yang disajikan bersama ayam atau daging. Warna dan aroma nasi dapat berbeda tergantung bahan serta rempah yang digunakan oleh restoran.

Kabsa cukup menarik bagi jemaah Indonesia karena konsepnya tidak terlalu asing. Kita juga terbiasa mengonsumsi nasi bersama lauk.

Namun, rasa rempah dan karakter nasinya tentu berbeda dengan nasi berbumbu Indonesia.

Jika baru pertama kali mencoba makanan Arab, kabsa dapat menjadi salah satu pilihan yang cukup mudah untuk dikenali.

2. Mandi

Mandi juga populer di kawasan Arab.

Hidangan ini biasanya terdiri dari nasi dengan daging ayam atau kambing yang dimasak menggunakan teknik tertentu sehingga menghasilkan aroma khas.

Salah satu daya tarik mandi adalah tekstur dagingnya yang dapat terasa lembut apabila dimasak dengan baik.

Porsi makanan Arab juga sering kali cukup besar. Karena itu, satu porsi dapat saja dinikmati bersama beberapa orang, tergantung ukuran dan kebiasaan masing-masing.

Untuk jemaah yang bepergian bersama keluarga, berbagi makanan juga dapat membantu menghindari makanan tersisa.

3. Madghout

Madghout merupakan makanan berbahan dasar nasi dan daging yang dimasak dengan berbagai rempah.

Sekilas hidangan ini dapat terlihat mirip dengan beberapa jenis nasi khas Timur Tengah lainnya.

Perbedaan biasanya dapat dirasakan dari bumbu, tekstur, dan metode memasaknya.

Bagi jemaah yang menyukai makanan berbahan dasar nasi, madghout bisa menjadi pilihan menarik untuk mencoba variasi makanan lokal.

4. Shawarma

Shawarma mungkin menjadi salah satu makanan Arab yang paling mudah ditemukan.

Makanan ini biasanya berupa daging yang dipanggang secara vertikal kemudian disajikan dalam roti bersama sayuran dan saus.

Bentuknya praktis sehingga cocok untuk jemaah yang membutuhkan makanan cepat sebelum atau setelah aktivitas.

Namun, tetap perhatikan kebersihan tempat makan dan kondisi makanan.

Jika membeli shawarma dari tempat yang ramai dan memiliki perputaran makanan cepat, makanan biasanya lebih cepat habis sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tempat makan.

5. Mutabbaq

Mutabbaq adalah makanan yang menggunakan adonan tipis dengan isian tertentu.

Variasinya dapat berbeda berdasarkan tempat dan bahan yang digunakan.

Bagi masyarakat Indonesia, mutabbaq bisa terasa cukup familiar karena konsep makanan berisi dan berbentuk seperti kudapan.

Makanan seperti ini cocok dijadikan camilan atau makanan ringan ketika tidak ingin mengonsumsi makanan berat.

6. Falafel

Falafel merupakan makanan yang dibuat dari kacang-kacangan yang diolah kemudian digoreng.

Makanan ini banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah.

Falafel dapat disajikan sebagai makanan ringan atau bagian dari hidangan utama bersama roti dan sayuran.

Bagi jemaah yang ingin mencoba pilihan makanan tanpa daging, falafel dapat menjadi salah satu alternatif.

Namun, tetap perhatikan bahan pelengkap dan cara penyajiannya apabila memiliki alergi atau pantangan makanan tertentu.

7. Hummus

Hummus merupakan olahan kacang chickpea yang biasanya dibuat menjadi pasta lembut.

Makanan ini sering disantap bersama roti.

Rasanya cenderung gurih dan lembut, sehingga dapat menjadi pelengkap makanan lainnya.

Jemaah Indonesia yang belum terbiasa dengan hummus mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba untuk menyesuaikan diri dengan teksturnya.

8. Roti Khubz

Khubz merupakan jenis roti yang banyak ditemukan di kawasan Arab.

Roti dapat menjadi alternatif ketika jemaah ingin mengonsumsi makanan yang lebih sederhana.

Khubz dapat disantap bersama hummus, daging, sayuran, atau makanan pendamping lainnya.

Bagi jemaah yang merasa kurang cocok dengan makanan berbumbu kuat, roti dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan energi.

9. Samboosa

Samboosa memiliki bentuk yang sekilas mengingatkan pada makanan gorengan berisi yang juga populer di Indonesia.

Isinya dapat berupa daging, sayuran, atau bahan lainnya tergantung jenis dan tempat pembelian.

Makanan ini cocok sebagai camilan.

Namun, jangan berlebihan mengonsumsi makanan berminyak, terutama jika tubuh sedang beradaptasi dengan cuaca dan aktivitas di Arab Saudi.

10. Kurma

Kurma tentu tidak boleh dilewatkan.

Arab Saudi memiliki berbagai jenis kurma dengan ukuran, rasa, dan tekstur yang berbeda.

Jemaah dapat menemukan kurma di pasar, toko oleh-oleh, supermarket, maupun berbagai pusat perbelanjaan.

Kurma juga praktis untuk dibawa sebagai camilan selama perjalanan.

Namun, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, terutama jika seseorang memiliki kondisi kesehatan atau pembatasan konsumsi gula tertentu.

Kuliner di Makkah dan Madinah Tidak Selalu Sama

Walaupun sama-sama berada di Arab Saudi, pengalaman kuliner di Makkah dan Madinah dapat terasa berbeda.

Makkah merupakan kota yang sangat ramai dengan jemaah dari berbagai negara. Karena itu, pilihan makanan yang tersedia juga sangat beragam.

Jemaah dapat menemukan makanan Arab, Asia Selatan, Indonesia, Turki, hingga berbagai restoran internasional.

Madinah juga memiliki banyak pilihan makanan. Selain makanan lokal, kawasan sekitar Masjid Nabawi memiliki berbagai tempat makan dan toko yang dapat dikunjungi.

Jemaah sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga jarak tempat makan dari hotel.

Jika sedang memiliki jadwal ibadah yang padat, restoran yang terlalu jauh justru dapat menghabiskan waktu dan tenaga.

Tips Memilih Makanan Saat Umroh

1. Jangan Langsung Mencoba Terlalu Banyak

Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Pada hari-hari awal, pilih makanan yang lebih familiar terlebih dahulu.

Setelah tubuh mulai terbiasa, barulah mencoba berbagai makanan lokal.

2. Perhatikan Kebersihan

Pastikan tempat makan terlihat bersih dan makanan disimpan dengan baik.

Kebersihan makanan sangat penting karena gangguan pencernaan dapat mengganggu kenyamanan ibadah.

3. Jangan Lupakan Air

Cuaca di Arab Saudi dapat membuat tubuh membutuhkan cairan lebih banyak.

Jemaah perlu memperhatikan kebutuhan minum selama aktivitas.

Jangan menunggu sampai merasa sangat haus.

4. Sesuaikan Porsi

Makanan Arab tertentu memiliki porsi yang cukup besar.

Tidak perlu memaksakan diri menghabiskan makanan apabila porsinya terlalu banyak.

5. Jangan Terlalu Banyak Makanan Pedas dan Berminyak

Jemaah Indonesia mungkin terbiasa dengan makanan pedas.

Namun, selama umroh, tubuh sedang menjalani aktivitas fisik yang cukup tinggi.

Terlalu banyak makanan pedas atau berminyak dapat membuat sebagian orang mengalami gangguan pencernaan.

Bagaimana dengan Makanan Indonesia?

Jemaah Indonesia tidak perlu terlalu khawatir kesulitan menemukan makanan yang sesuai selera.

Di kawasan yang ramai oleh jemaah Indonesia, makanan dengan cita rasa Asia dapat lebih mudah ditemukan.

Namun, ketersediaannya dapat berbeda berdasarkan lokasi dan waktu.

Karena itu, jemaah tetap disarankan membawa beberapa makanan ringan yang tahan perjalanan sebagai cadangan.

Contohnya:

  • Biskuit

  • Roti

  • Camilan ringan

  • Abon

  • Makanan ringan kemasan

Jumlahnya tentu harus disesuaikan dengan aturan penerbangan dan kebutuhan pribadi.

Kuliner dan Paket Umroh Plus Turki

Bagi calon jemaah yang memilih paket umroh plus turki, pengalaman kulinernya dapat menjadi semakin menarik.

Arab Saudi dan Turki mempunyai karakter makanan yang berbeda.

Setelah menikmati makanan khas Arab, jemaah dapat menemukan berbagai kuliner Turki seperti kebab, pide, lentil soup, baklava, dan berbagai olahan lainnya.

Namun, perlu dipahami bahwa setiap paket perjalanan memiliki itinerary dan fasilitas berbeda.

Jangan memilih paket hanya karena melihat destinasi tambahan.

Perhatikan juga:

  • Durasi perjalanan

  • Jadwal penerbangan

  • Hotel

  • Transportasi

  • Program perjalanan

  • Jadwal ibadah

  • Waktu istirahat

  • Fasilitas makanan

  • Ketentuan paket

Jika ingin melihat salah satu pilihan perjalanan yang menggabungkan ibadah umroh dengan perjalanan tambahan, calon jemaah dapat melihat informasi paket umroh plus turki.

Makanan Turki yang Menarik Dicoba

Jika perjalanan dilanjutkan ke Turki, beberapa makanan yang cukup populer antara lain:

Kebab

Kebab merupakan makanan yang sangat dikenal di berbagai negara.

Di Turki, terdapat banyak variasi kebab dengan jenis daging, cara memasak, dan penyajian yang berbeda.

Pide

Pide sering disebut sebagai salah satu makanan khas Turki yang berbentuk seperti roti pipih dengan berbagai topping.

Variasinya dapat menggunakan daging, keju, sayuran, atau bahan lainnya.

Baklava

Baklava merupakan makanan manis yang menggunakan lapisan pastry dengan kacang dan sirup.

Rasanya cukup manis sehingga sebaiknya dinikmati dalam porsi yang sesuai.

Lentil Soup

Sup lentil merupakan salah satu pilihan makanan yang relatif sederhana.

Bagi jemaah yang ingin makanan hangat setelah perjalanan, sup dapat menjadi pilihan yang nyaman.

Jangan Sampai Kuliner Mengganggu Ibadah

Tujuan utama perjalanan ke Tanah Suci adalah ibadah.

Kuliner memang dapat menjadi pengalaman tambahan, tetapi jangan sampai aktivitas mencari makanan membuat jadwal ibadah terganggu.

Jemaah sebaiknya membuat prioritas:

Ibadah → istirahat → kebutuhan makan → aktivitas tambahan.

Bukan sebaliknya.

Jika ada tempat makan yang ingin dicoba tetapi lokasinya terlalu jauh dan menghabiskan waktu istirahat, tidak perlu dipaksakan.

Masih banyak kesempatan lain untuk menikmati kuliner ketika kondisi memungkinkan.

Tips Mengatur Pengeluaran Makanan

Pengeluaran makanan juga perlu masuk dalam perencanaan keuangan.

Jika konsumsi sudah termasuk dalam paket perjalanan, manfaatkan fasilitas tersebut sesuai ketentuan.

Jika konsumsi tidak termasuk, buat anggaran harian.

Contohnya:

KebutuhanCara MenghematSarapanManfaatkan fasilitas hotel jika tersediaMakan siangPilih restoran dengan porsi sesuaiMakan malamBandingkan beberapa pilihanCamilanBeli dalam kemasan seperlunyaAir minumSelalu siapkan persediaan sesuai kebutuhanOleh-oleh makananBuat anggaran khusus

Jangan sampai terlalu banyak menghabiskan uang untuk kuliner sehingga anggaran untuk kebutuhan lain menjadi berkurang.

Hal yang Perlu Diperhatikan Jemaah dengan Pantangan Makanan

Jika memiliki alergi atau pantangan makanan, jangan ragu bertanya kepada penjual.

Beberapa hidangan mungkin menggunakan bahan yang tidak terlihat secara langsung.

Contohnya:

  • Kacang

  • Susu

  • Telur

  • Gandum

  • Seafood

  • Rempah tertentu

Bawa juga obat pribadi yang memang biasa digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Kuliner Adalah Bagian dari Pengalaman Perjalanan

Mencoba makanan lokal dapat membantu jemaah mengenal budaya masyarakat setempat.

Dari makanan, kita dapat melihat bagaimana suatu masyarakat menggunakan rempah, memilih bahan makanan, dan memiliki kebiasaan makan tertentu.

Namun, pengalaman tersebut sebaiknya tetap dilakukan secara bijak.

Tidak perlu mencoba semuanya.

Pilih makanan yang sesuai kondisi tubuh, perhatikan kebersihan, dan utamakan kebutuhan ibadah.

Kesimpulan

Arab Saudi memiliki banyak pilihan kuliner yang menarik untuk dicoba jemaah, mulai dari kabsa, mandi, shawarma, falafel, hummus, khubz, samboosa, hingga berbagai jenis kurma. Jemaah Indonesia juga relatif mudah menemukan makanan yang lebih familiar, sehingga tidak perlu terlalu khawatir mengenai pilihan makanan selama perjalanan.

Bagi jemaah yang mengambil paket umroh plus turki, pengalaman kuliner dapat menjadi lebih beragam karena selain mencicipi makanan Arab Saudi, perjalanan juga dapat memberikan kesempatan mengenal kuliner khas Turki. Namun, apa pun pilihan makanannya, kesehatan dan kenyamanan tetap harus menjadi prioritas agar aktivitas ibadah tidak terganggu.

Nikmati kuliner sebagai bagian dari pengalaman perjalanan, tetapi tetap ingat bahwa tujuan utama berada di Tanah Suci adalah menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman.